Selasa, 12 April 2016

PERTEMUAN 2 dan 3

PERTEMUAN KE 2
Identifikasi Resiko  adalah usaha untuk menemukan atau mengetahui risiko – risiko yang mungkin timbul dalam kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan atau perorangan.Kegiatan pengidentifikasian adalah hal yangsangat penting bagi seorang Manajer Risiko, sebab seorang Manajer Risiko yang tidak mengidentifikasi semua kerugian potensiil tidak akan dapat menyusun strategi yang lengkap untuk menanggulangi semua

kerugian potensiil tersebut.Pengukuran risiko adalah usaha untuk mengetahui besar kecilnya resiko yang akan terjadi. hal ini dilakukan untuk tinggi rendahnya resiko yang dihadapi perusahaan, kemudian bisa melihat dampak dari resiko terhadap kinerja perusahaan sekaligus bisa melihat prioritisasi resiko, resiko yang mana yang paling relevan.pengukuran resiko merupakan tahap lanjutan setelah pengidentifikasian resiko.

METODE identifikasi Resiko:
Menggunakan daftar pertanyaan (questionair)
Menggunakan laporan keuangan
Membuat flow-chart
Dengan inspeksi langsung
Mengadakan interaksi dengan pihak dala
Mengadakan interaksi dengan pihak luar
Melakukan analisa
Membuat dan menganalisa catatan / statistik

TEKNIK PENGUKURAN RESIKO
Pengukuran Resiko dengan Distribusi  Probabilitas (Kemungkinan)
National Resiko
Sensitivitas Resiko
Valotilitas Resiko
Pendekatan Var (Value at Risk)
Matriks Frekuensi  dan Signifikan  Resiko
Analisis Skenario

JENIS PENGUKURAN RESIKO
Pengukuran Kegawatan Kerugian Untuk mengetahui berapa
besarnya nilai kerugian, yang selanjutnya dikaitkan dengan
pengaruhnya terhadap kondisi perusahaan

Pengukuran Frekuensi Kerugian Untuk mengetahui berapa kali
suatu jenis peril (Suatu peristiwa (event) yang kejadiannya
menimbulkan LOSS atau penyebab langsung kerugian) dapat
menimpa suatu jenis objek yang bisa terkena peril (Suatu
peristiwa (event) yang kejadiannya menimbulkan LOSS atau
penyebab langsung kerugian) selama suatu jangka waktu
tertentu,

PERTEMUAN KE 3

Sekilas tentang Resiko  (RISK)
Resiko berhubungan dengan ketidakpastian ini
terjadi karena kurang atau tidak tersedianya cukup
informasi tentang apa yang akan terjadi. Sesuatu
yang tidak pasti (uncertain) dapat berakibat
menguntungkan atau merugikan.

Secara umum resiko dapat diartikan sebagai suatu
keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan

di mana terdapat kemungkinan yang merugikan

PENGALIHAN RISIKO ( RISK TRANSFER )
adalah memindahkan risiko ke pihak lain ( mentransfer risiko ke pihak lain). Karena pihak lain tersebut biasanya mempunyai kemampuan yang lebih baik untuk mengendalikan risiko, baik karena skala ekonomi yang lebih baik sehingga bisa mendiversifikasikan risiko lebih baik.


Risiko ini bisa dilakukan melalui beberapa cara :

Asuransi
Asuransi merupakan metode transfer risiko yang paling umum, khususnya untuk risiko murni ( pure risk ). Asuransi adalah kontak perjanjianantara yang diasuransikan ( insured ) dan perusahaan asuransi ( insurer ), di mana insurer bersedia memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami pihak yang diasuransikan, dan pihak pengasuransi ( insurer ) memperoleh premi asuransi sebagai balasannya.

Hedging
Hedging atau lindung nilai pada dasarnya mentransfer risiko kepada pihak lain yang lebih bisa mengelola risiko lebih baik melalui transaksinstrument keuangan.

Incorporated
Incorporated atau membentuk perseroan terbatas merupakan alternatif transer risiko, karena kewajiban pemegang saham dalam perseroan terbatas hanya terbatas pada modal yang disetorkan.

Pengendalian risiko dapat dilakukan 2 cara :

Pengendalian risiko secara fisik (physical)
pengurangan dan pencegahan risiko saling berkaitan erat dan pada dasarnya dapat dicapai  dengan cara mengurangi maupunmenyingkirkan sebagian atau sepenuhnya risiko yang akan timbul.

Pengendalian risiko secara financial
Dimana risiko tersebut ditransfer ke perusahaan asuransi.

Ada beberapa teori yang ingin menelusuri penyebab munculnya risiko, antara lain :
1.    Teori domino ( Heinrich, 1959 )
Teori ini mengatakan bahwa kecelakaan bisa dilihat :
Lingkungan sosial dan faktor bawaan yang menyebabkan seseorang berperilaku tertentu ( misal mempunyaitemperamen tinggi sehingga gampang marah )Personal fault ( kesalahan individu ), dimana individu tersebut tidak mempunyai respon yang tepat (benar) dalam situasi tertentu.Unsafe act or physical hazard ( tindakkan yang berbahaya atau kondisi fisik yang berbahaya )Kecelakaan Cedera

2.    Rantai risiko ( Risk Chain )
Menurut Mekhofer, 1987, risiko yang muncul bisa dipecah ke dalam beberapa komponen :
1.   Hazard ( kondisi yang mendorong terjadinya risiko )
2.   Lingkungan di mana hazard tersebut berada
3.   Interaksi hazard dengan lingkungan
4.   Hasil dari interaksi
5.   Konsekuensi dari hasil tersebut


Fokus dan Timing Pengendalian Risiko

a. Fokus pengendalian risiko

Pengendalian risiko bisa difokuskan pada usaha mengurangi kemungkinan ( probability ) munculnya risiko dan mengurangi keseriusan ( severity ) konsekuensi risiko tersebut. Pemisahan ( separation ) dan duplikasi ( duplication ) merupakan dua bentuk umum metode untuk mengurangi keseriusan risiko.

b.Timing pengendalian risiko
Dari sisi timing ( waktu ), pengendalian risiko bisa dilakukan sebelum, selama, dan sesudah risikoterjadi.

http://studibisnis.com