Selasa, 31 Mei 2016

Pertemuan 6 (RISIKO KREDIT)

Risiko kredit  Credit risk adalah suatu risiko kerugian yang disebabkan oleh ketidak mampuan dari debitur atas kewajiban pembayaran utangnya baik utang pokok maupun bunganya ataupun keduanya.
Hal-hal yang termasuk dalam Risiko Kredit adalah :

Lending Risk, yaitu risiko akibat nasabah/debitur tidak mampu melunasi fasilitas yang telah diberikan oleh bank, baik berupa fasilitas kredit langsung maupun tidak langsung (cash loan maupun non cash loan)

Counterparty Risk, risiko dimana counterpart tidak bisa melunasi kewajibannya ke bank baik sebelum tanggal kesepakatan maupun pada saat tanggal kesepakatan.

Issuer Risk, risiko dimana penerbit suatu surat berharga tidak bisa melunasi kepada bank sejumlah nilai surat berharga yang dimiliki bank.

Ruang Lingkup Risiko Kredit Dengan Jenis Risiko Lainnya

Ruang lingkup risiko  kredit tidak dapat dipisahkan secara jelas dan tegas dengan jenis risiko lainnya (risiko operasional, risiko pasar dan risiko likuiditas) dan keempat jenis risiko ini saling terkait.

Risiko kredit dapat timbul dikarenakan telah terjadinya risiko pasar terlebih dahulu. Sebagai contoh, nilai kredit nasabah menjadi sangat besar, dikarenakan kredit diberikan dalam dominasi valas dan nilai tukar Rupiah melemah.

Risiko kredit dapat timbul dikarenakan telah terjadinya risiko operasional terlebih dahulu. Sebagai contoh, petugas Bank telah lalai dalam melaksanakan taksasi jaminan dan pengikatannya.

Kredit Risk Management 

Credit Risk Management merupakan suatu proses dimana risiko kredit diidentifikasi, diukur, dan dikelola (termasuk monitoring, controlling dan communication).

Proses dimaksud sifatnya cyclical, dan dimulai sejak aplikasi kredit diterima oleh Bank, dianalisa, persetujuan, pemantauan, dan penyelamatan.

Agar proses pengelolaan risiko kredit tersebut dapat berjalan secara efisien diperlukan infrastruktur pendukung, yaitu: Kebijakan, Organisasi, Sistem Informasi, dan Risk Modelling.

PERTEMUAN 5 Risiko tingkat Bunga



Pengukuran risiko perubahan tingkat bunga
(metode penilaian kembali)
1.     Periode harian
Penggunaan metode penilaian kembali, bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh tingkat bunga terhadap pendapatan, dengan langkah langkah 
a.Mengidentifikasi dan mengelompokan aset (RSA) atau kewajiban (RSL) yang rentan 
b.Menghitung GAP (antara aset dan kewajiban yang sensitif terhadap perubahan tingkat bunga dan menghitung perubahan pendapatan

Obligasi kupon (coupon bond) dengan tingkat bunga tetap (fixed) selama masa berlaku merupakan salah satu jenis obligasi yang diperdagangkan di pasar modal Indonesia saat ini.
Obligasi merupakan jenis investasi jangka panjang. Modal yang harus dikeluarkan untuk investasi obligasi relatif cukup besar untuk investor individu. Nilai obligasi yang diperjual-belikan biasanya dalam satuan yang cukup besar, misalnya Rp. 5 Miliar. Masa berlaku obligasi tergantung kepada lembaga atau badan yang menerbitkannya, umumnya antara 5 sampai 10 tahun. Semakin pendek durasi obligasi berarti semakin kecil pengaruhnya terhadap tingkat suku bunga. Semakin panjang durasinya maka semakin sensitif terhadap perubahan suku bunga. Anda dapat menjual obligasi yang Anda miliki pada pihak lain di pasar sekunder sesuai dengan nilai atau harga pasar sebelum obligasi tersebut jatuh tempo.

Perubahan harga obligasi di pasar sangat dipengaruhi oleh perubahan suku bunga dan persepsi terhadap resiko. Harga obligasi di pasar modal dapat lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai parinya. Berinvestasi pada obligasi tidak hanya memberikan keuntungan dari pembayaran bunga tetap (kupon), tapi Anda juga memiliki peluang untuk medapatkan keuntungan dari capital gain (selisih harga beli dan jual). Suatu obligasi dapat diperjualbelikan setiap saat (sebelum jatuh tempo) dengan harga yang lebih atau kuran dari nilai parinya, tergantung kondisi pasar. Siapa yang memiliki obligasi pada saat jatuh tempo akan mendapatkan pembayaran kembali sejumlah nilai pari tersebut. Harga-harga obligasi dapat berfluktuatif oleh karena beberapa hal, seperti : tingkat bunga yang dibayar obligasi, tingkat kepastian pembayaran kembali atau kondisi ekonomi secara keseluruhan terutama tingkat inflasi yang mempengaruhi tingkat suku bunga bank.
Umumnya nilai kupon obligasi akan lebih tinggi dibandingkan dengan bunga deposito, tetapi lebih rendah dari suku bunga pinjaman (kredit) bank. 
Pada umumnya, semakin panjang waktunya maka akan semakin tinggi tingkat bunga yang ditawarkan untuk menutupi resiko tambahan yang dikarenakan jangka waktu investasi yang sangat panjang. Hubungan antara tingkat suku bunga yang dibayarkan suatu obligasi (jangka pendek maupun jangka panjang) dengan tanggal atau tahun jatuh temponya disebut kurva hasil (Yield Curve). Yield adalah apa yang sebenarnya investor dapatkan dari hasil menananmkan uangnya pada obligasi. Kebanyakan kolom obligasi menyatakan yield saat ini (current) dalam presentase. Para investor menggunaka current yield untuk membandingkan nilai relatif suatu obligasi.
YTM (Yield To Maturity) adalah cara untuk memprediksi keuntungan dalam suatu jangka waktu. YTM menghitung tingkat bunga obligasi yang dihubungkan dengan harga, dengan selisih harga penjualan terhadap nilai pari, dengan tahun-tahun tersisa hingga obligasi tersebut jatuh tempo. Nilai YTM ditentukan oleh tiga hal yaitu jumlah pembayaran yang diterima secara periodik, harga perolehan serta jangka waktu jatuh tempo.
Biasanya, Obligasi diterbitkan dengan cirri-ciri sebagai berikut:
Tanggal jatuh tempo (maturity date) obligasi, yaitu tanggal yang sudah ditetapkan oleh peminjam untuk melunasi hutangnya. Walaupun ada tanggal jatuh tempo yang tercantum dalam suatu obligasi bukan berarti Anda harus memegang obligasi tersebut hingga jatuh tempo, karena Anda dapat memperjualbelikannya pada pasar obligas
Tingkat bunga (coupon rate) obligasi, yaitu tingkat bunga yang akan dibayarkan kepada Anda secara periodik. Tingkat bunga yang diberikan dapat tetap (bunga yang dibayarkan kepada Anda adalah tetap setiap tahun) atau tingkat bunga mengambang (bunga yag dibayarkan akan disesuaikan secara periodik
Nilai nominal (face value atau par value) obligasi yaitu sejumlah uang tertentu yang dipinjamkan kepada perusahaan tersebut, jumlah ini yang akan menjadi pokok pinjaman.


Pengertian Sekuritas, Sekuritas adalah surat hutang yang dapat dengan cepat dijadikan uang atau kas, ini maksudnya bahwa sekuritas adalah surat hutang yang dapat dijual dengan cepat, karena sekurita memiliki sifat yang likuid. Banyak perusahaan ataupun investor yang membeli dan memiliki sekuritas, alasannya karena selain sebagai pengganti kas, sekuritas juga merupakan suatu investasi yang dapat memberikan keuntungan yang cukup bagus. Adapun kriteria yang harus diperhatikan dalam memilih sekuritas/surat berharga, yaitu :

1.   Risiko tingkat bunga
2.   Risiko kemampuan membeli ( Daya beli )
3.   Risiko keuangan
4.   Risilo Likuidasi
5.   Pajak, dan
6.   Pengembalian atas sekuritas

Jenis-jenis sekuritas
Jenis sekuritas terdapat 2 jenis, yaitu sekuritas jangka pendek dan sekuritas jangka panjang

Pengertian Sekuritas jangka pendek

1. Sertifikat Deposito, selain sertifikat deposito, dalam prakteknya terdapat 2 jenis deposito lagi, yaitu  deposito berjangka dan deposit on call

2. Surat berharga pasar modal

 




RISIKO KERUSAKAN PROPERTI DAN KEWAJIBAN (LIABILITIES)

RISIKO PROPERTI
Risiko yang mungkin terjadi atas properti (harta benda) karena  kebakaran, banjir, perusakan, dan lainnya.
Cakupan Asuransi Umum & Properti:
·         Asuransi Harta Benda (Property Insurance)
·         Asuransi Rekayasa (Engineering Insurance)
·         Asuransi Pengangkutan (Marine Cargo Insurance)
·         Asuransi Rangka Kapal (Marine Hull Insurance)
·         Asuransi Usaha Minyak & Gas Bumi (Oil & Gas Insurance)
·         Asuransi Pesawat (Aviation Insurance)
·         Asuransi Satelit (Space Insurance)
·         Asuransi Kecelakaan Diri (Personal Accident Insurance)
·         Asuransi Tanggung Gugat (Liability Insurance)
·         Asuransi Uang (Money Insurance)
·         Asuransi Kebongkaran (Burglary Insurance)
Dalam perusahaan asuransi, resiko atas harta benda biasanya masuk dalam kategori asuransi umum. Harta benda mencakup banyak kategori spt, bangunan, perabot rumah tangga, perlengkapan rumah, mesin, barang dagangan, persediaan bahan baku atau barang jadi dsb. 
KLASIFIKASI HARTA BENDA
Properti riil: properti riil bisa didefinisikan sebagai tanah dan apa saja yang tumbuh, berdiri.  Contoh properti riil adalah tanah, bangunan yang berdiri di atasnya, atau tanaman yang tumbuh di atas tanah tersebut.
Properti personal: properti personal bisa didefinisikan sebagai apa saja yang dimiliki selain properti riil. Contoh personal properti adalah mobil, pakaian, komputer, uang, dan lainnya.
Eksposur yang dihadapi harta benda mencakup kejadian (peril) yang standar yg dihadapi oleh harta benda (sesuai dengan Polis Standar Kebakaran Indonesia), yang mencakup kebakaran, petir, asap, ledakan, dan kejatuhan pesawat terbang. Selain itu kejadian lain yang dicakup oleh asuransi adalah kerusuhan, tananh longsor, banjir, dan biaya pembersihan puing.
Tidak semua harta benda bisa diasuransikan , biasanya asuransi hanya mengcover benda yang keliahatan (tangible assets), sedangkan yang tidak kelihatan (intagible assets) seperti hak cipta, nama baik tidak termasuk cakupan asuransi.
IDENTIFIKASI RISIKO PROPERTI DENGAN MELIHAT SUMBERNYA
Alternatif lain untuk melihat eksposur atau risiko yang dihadapi harta benda adalah dengan melihat sumber-sumber dari risiko yang bisa berpengaruh thd harta benda. Sumber tersebut bisa diklasifikasikan menjadi :
Sumber Fisik, mencakup antara lain kekuatan alam, seperti api, badai, ledakan yang bisa menghancurkan harta benda. 
Sumber Sosial, mencakup kejadian yang muncul karena dorongan sosial.
Contoh, kerusuhan yang terjadi yang berakibat pada perusakan properti.
Sumber Ekonomi, mencakup kekuatan ekonomi yang mengakibatkan kerusakan.
Contoh, perubahan model menyebabkan barang stok lama menjadi kehilangan nilainya.
KERUGIAN YANG DIALAMI HARTA BENDA
Kerugian akibat kejadian buruk yang terjadi bisa diklasifikasikan sbb :
(1) Kerugian langsung,
(2) Kerugian Tidak Langsung, 
(3) Elemen Waktu, 
NILAI PASAR
Harga pasar adalah harga yang terbentuk melalui mekanisme pasar.
A.  Penilaian property riil dengan menggunakan metode harga pasar bisa dilakukan dengan membandingkan
harga pasar aset yang mirip yang pernah diperdagangkan (jika aset semacam itu bisa ditemukan).
B.  Disamping itu jika tidak bisa ditemukan aset dengan karakteristik yang sama persis dengan aset yang hancur,maka penyesuaian-penyesuaian juga perlu dilakukan.
C.  Perhitungan harga pasar secara tidak langsung, dengan menggunakan opportunity cost (kesempatan yang hilang)
METODE REPLACEMENT COST (BARU)
Tehnik Replacemeny Cost baru dilakukan dengan melihat biaya yang diperlukan untuk mengganti barang yang rusak dengan barang baru yang sama.
REPLACEMENT COST BARU DIKURANGI DEPRESIASI
Manajer akan menghitung replacement cost (baru) kemudian dikurangi dengan depresiasi atau angka yang mencerminkan turunnya nilai ekonomis.
Argumen yang mendasari tehnik tersebut adalah nilai suatu property yang sebenarnya adalah nilai property tersebut dikurangi dengan depresiasi atau penurunan nilai karena sudah digunakan (barang bekas/second) juga bisa karena berjalannya waktu (tua), juga bisa disebabkan faktor desain (fashionable/out of date).  

Selasa, 12 April 2016

PERTEMUAN 2 dan 3

PERTEMUAN KE 2
Identifikasi Resiko  adalah usaha untuk menemukan atau mengetahui risiko – risiko yang mungkin timbul dalam kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan atau perorangan.Kegiatan pengidentifikasian adalah hal yangsangat penting bagi seorang Manajer Risiko, sebab seorang Manajer Risiko yang tidak mengidentifikasi semua kerugian potensiil tidak akan dapat menyusun strategi yang lengkap untuk menanggulangi semua

kerugian potensiil tersebut.Pengukuran risiko adalah usaha untuk mengetahui besar kecilnya resiko yang akan terjadi. hal ini dilakukan untuk tinggi rendahnya resiko yang dihadapi perusahaan, kemudian bisa melihat dampak dari resiko terhadap kinerja perusahaan sekaligus bisa melihat prioritisasi resiko, resiko yang mana yang paling relevan.pengukuran resiko merupakan tahap lanjutan setelah pengidentifikasian resiko.

METODE identifikasi Resiko:
Menggunakan daftar pertanyaan (questionair)
Menggunakan laporan keuangan
Membuat flow-chart
Dengan inspeksi langsung
Mengadakan interaksi dengan pihak dala
Mengadakan interaksi dengan pihak luar
Melakukan analisa
Membuat dan menganalisa catatan / statistik

TEKNIK PENGUKURAN RESIKO
Pengukuran Resiko dengan Distribusi  Probabilitas (Kemungkinan)
National Resiko
Sensitivitas Resiko
Valotilitas Resiko
Pendekatan Var (Value at Risk)
Matriks Frekuensi  dan Signifikan  Resiko
Analisis Skenario

JENIS PENGUKURAN RESIKO
Pengukuran Kegawatan Kerugian Untuk mengetahui berapa
besarnya nilai kerugian, yang selanjutnya dikaitkan dengan
pengaruhnya terhadap kondisi perusahaan

Pengukuran Frekuensi Kerugian Untuk mengetahui berapa kali
suatu jenis peril (Suatu peristiwa (event) yang kejadiannya
menimbulkan LOSS atau penyebab langsung kerugian) dapat
menimpa suatu jenis objek yang bisa terkena peril (Suatu
peristiwa (event) yang kejadiannya menimbulkan LOSS atau
penyebab langsung kerugian) selama suatu jangka waktu
tertentu,

PERTEMUAN KE 3

Sekilas tentang Resiko  (RISK)
Resiko berhubungan dengan ketidakpastian ini
terjadi karena kurang atau tidak tersedianya cukup
informasi tentang apa yang akan terjadi. Sesuatu
yang tidak pasti (uncertain) dapat berakibat
menguntungkan atau merugikan.

Secara umum resiko dapat diartikan sebagai suatu
keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan

di mana terdapat kemungkinan yang merugikan

PENGALIHAN RISIKO ( RISK TRANSFER )
adalah memindahkan risiko ke pihak lain ( mentransfer risiko ke pihak lain). Karena pihak lain tersebut biasanya mempunyai kemampuan yang lebih baik untuk mengendalikan risiko, baik karena skala ekonomi yang lebih baik sehingga bisa mendiversifikasikan risiko lebih baik.


Risiko ini bisa dilakukan melalui beberapa cara :

Asuransi
Asuransi merupakan metode transfer risiko yang paling umum, khususnya untuk risiko murni ( pure risk ). Asuransi adalah kontak perjanjianantara yang diasuransikan ( insured ) dan perusahaan asuransi ( insurer ), di mana insurer bersedia memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami pihak yang diasuransikan, dan pihak pengasuransi ( insurer ) memperoleh premi asuransi sebagai balasannya.

Hedging
Hedging atau lindung nilai pada dasarnya mentransfer risiko kepada pihak lain yang lebih bisa mengelola risiko lebih baik melalui transaksinstrument keuangan.

Incorporated
Incorporated atau membentuk perseroan terbatas merupakan alternatif transer risiko, karena kewajiban pemegang saham dalam perseroan terbatas hanya terbatas pada modal yang disetorkan.

Pengendalian risiko dapat dilakukan 2 cara :

Pengendalian risiko secara fisik (physical)
pengurangan dan pencegahan risiko saling berkaitan erat dan pada dasarnya dapat dicapai  dengan cara mengurangi maupunmenyingkirkan sebagian atau sepenuhnya risiko yang akan timbul.

Pengendalian risiko secara financial
Dimana risiko tersebut ditransfer ke perusahaan asuransi.

Ada beberapa teori yang ingin menelusuri penyebab munculnya risiko, antara lain :
1.    Teori domino ( Heinrich, 1959 )
Teori ini mengatakan bahwa kecelakaan bisa dilihat :
Lingkungan sosial dan faktor bawaan yang menyebabkan seseorang berperilaku tertentu ( misal mempunyaitemperamen tinggi sehingga gampang marah )Personal fault ( kesalahan individu ), dimana individu tersebut tidak mempunyai respon yang tepat (benar) dalam situasi tertentu.Unsafe act or physical hazard ( tindakkan yang berbahaya atau kondisi fisik yang berbahaya )Kecelakaan Cedera

2.    Rantai risiko ( Risk Chain )
Menurut Mekhofer, 1987, risiko yang muncul bisa dipecah ke dalam beberapa komponen :
1.   Hazard ( kondisi yang mendorong terjadinya risiko )
2.   Lingkungan di mana hazard tersebut berada
3.   Interaksi hazard dengan lingkungan
4.   Hasil dari interaksi
5.   Konsekuensi dari hasil tersebut


Fokus dan Timing Pengendalian Risiko

a. Fokus pengendalian risiko

Pengendalian risiko bisa difokuskan pada usaha mengurangi kemungkinan ( probability ) munculnya risiko dan mengurangi keseriusan ( severity ) konsekuensi risiko tersebut. Pemisahan ( separation ) dan duplikasi ( duplication ) merupakan dua bentuk umum metode untuk mengurangi keseriusan risiko.

b.Timing pengendalian risiko
Dari sisi timing ( waktu ), pengendalian risiko bisa dilakukan sebelum, selama, dan sesudah risikoterjadi.

http://studibisnis.com

Senin, 21 Maret 2016

Pertemuan 01

Manajemen resiko adalah suatu sistem pengawasan risiko dan perlindungan harta benda, hak milik dan keuntungan badan usaha atau perorangan atas kemungkinan timbulnya kerugian karena adanya suatu risiko.

Macam - Macam Resiko:
1. Resiko yang tidak disengaja (Murni)
2. Resiko Disengaja (Spekulatif)
3. Resiko sistematik
4. Resiko Khusus

Berikut penjelasannya :
1.   Risiko Murni (Pure Risk), adalah : Bentuk risiko yang kalau terjadi akan menimbulkan Kerugian
      (Loss) atau tidak menimbulkan kerugian (No Loss/Breakeven).
      Contoh : Risiko Kebakaran, Risiko Kecelakaan.
 2.   Risiko Spekulatif (Speculative Risk), adalah : Risiko kalau terjadi dapat menimbulkan
      Kerugian (Loss), menimbulkan kerugian (No Loss) atau mendatangkan keuntungan (Gain).
      Contoh : Risiko Produksi, Risiko Moneter (Kurs Valuta Asing).
 3.   Risiko Fundamental (mendasar),adalah : Risiko yang kalau terjadi dampak
      kerugiannya bisa sangat luas atau bersifat catastrophic.
      Contoh : Risiko Perang, Gempa Bumi dan Polusi Udara.
 4.  Risiko Khusus (Particular), adalah :  Risiko yag kalau terjadi, dampak kerugiannya Bersifat
      lokal tidak menyeluruh atau non catastrophic.
      Contoh : Risiko Kebakaran, Risiko Kecelakaan, Pencurian.

Konsep Resiko
Hazard - Peril - Losser
banyak sekali pengertian definitive yang dapat diuraikan mengenai Risiko.
1.   Risiko adalah ketidak pastian akan terjadinya peristiwa yang menimbulkan kerugian ekonomis.
2.   Risiko adalah sesuatu yang tidak bisa diprediksi, dimana kadangkala kenyataan yang terjadi berbeda dengan hasil – hasil prediksinya.
3.   Risiko adalah kemungkinan terjadinya peristiwa yang tidak menguntungkan.
4.   Risiko adalah kemungkinan kerugian (Risk is the chance of Loss).
5.   Risiko adalah kombinasi dari berbagai keadaan yang mempengaruhinya
http://www.studibisnis.com